WARNING! 5 Kesalahan calon Pekerja ke Jepang

 Halo semua! Apa kabar ? Semakin beragam aja blog unik aku ini ya. Padahal views nya segitu segitu aja, lol. Balik lagi dengan blog yang post semaunya ini, kali ini ada hal yang menurutku harus banget diupload, karena pentingnya. Dari judul aja udah tahu ya kalau bakal ada sedikit membongkar kesalahan orang lain. Tapi dari sudut panjang aku yang sekarang jadi "sensei" atau guru bahasa Jepang, aku juga ingin semua yang berangkat ke Jepang itu dengan persiapan yang matang. Cuma sayangnya dari banyaaknya cerita, yang diberangkatkan ke Jepang itu malah berkasus. Perlu aku bongkar satu satu? LOL. Nama LPK, nama oknum, kasus berandalan yang nyampe Jepang, sampe naik naik ke tiang nyanyi nyanyi lol. atau banyaknya yang gak siap, lalu pulang deh. Kadang aku sendiri mikir. Gini ya:

Jepang butuh tenaga pekerja. DIa minta dari berbagai negara, pastinya melalui lembaga dong. Perusahaan kek, LPK/Yayasan kek. LPK/Yayasan atau PT (kayak perusahaanku kerja sekarang itu PT) itu kan menyalurkan tenaga kerja, tugasnya mendidik sampe orang ini siap ke Jepang. Siap ya. Garisbawahi sendiri sampe SIAP. Cuman yang terjadi, karena tingginya permintaan, mungkin pihak perusahaan Jepangnya minta cepat, jadinya yang berangkat yang "kurang siap" duh sopan banget itu bahasa lol. Malah aku pernah dengar, anak dengan bahasa Jepang seadanya kok bisa berangkat,

Sebenarnya aku prihatin. Tapi, dengan berani aku membongkar, sedikitnya kesalahan umum yang biasanya dilakukan calon pekerja kayak kalian kalian yang baca ini mungkin. Untuk calon pelajar, nanti mungkin aku buat tersendiri ya.

Jadi, aku harap ini bisa jadi pertimbangkan kalian juga, tetap semangat ke Jepang! Karena sebetulnya, kalau kalian siap dengan Jepang, Jepang adalah tempat nyaman untuk hidup kok. 💪


1. TIDAK MEMPUNYAI NIAT YANG KUAT

Sadar atau tidak, banyak orang yang sebenarnya niat ke Jepang itu bykan beneran niat, tapi punya pemikiran, cuma dapat uang, karena Jepang negara maju, Bahkan mereka ga punya ketertarikan dengan Jepang tapi maksa kesana. Niat cari uangnya ga salah, tapi sikap mereka yang pengen serba cepat itu yang salah.  Kasus lainnya yang sering aku dapatin, Banyak orang mau ke Jepang tapi asal asalan aja. Mereka hanya lihat orang yang sudah pernah kesana, lihat foto foto mereka waktu musim Sakura, jadinya kepengen juga. Padahal sebetulnya apa yang ditampilin mereka yang baik baik aja. Jadi, kalau mau ke Jepang, ambil resikonya dan harus punya niat yang kuat, terutama niat belajar bahasanya.

2. SALAH PILIH LPK atau LEMBAGA PENYALUR 

Wah ini sih lagu lama, agak sensitif, tapi sepanjang gak sebut nama lembaganya kayaknya aman ya hahaha. Gak bisa dipungkiri belakangan ini banyak kasus LPK bodong. Yup, banyak sekali LPK yang tidak berijin. Atau jangan masalah itu dulu deh, banyak LPK yang mematok harga pelatihan mahal, tapi siswanya bahkan belum dapat job. Bukankah itu salah lpk ya? Kesannya kayak gantungin siswa. Harusnya LPK tuh bertanggung jawab penuh atas job siswanya. Aku sendiri heran, ini staff disana tuh punya link yang kuat gak sih? Pas dilihat ownernya orang Indonesia hahaha. Bukan masalah ownernya, tapi kalau ente ga pengalaman di bidang LPK, atau gak punya pengalaman menyalurkan tenaga kerja, mending diem deh. Ga usah buat LPK kalau nyusahin siswa. Akibatnya, banyak siswa di LPK yang digantungin lamaa banget sama LPK dan baru ke Jepang kayak setahun dua tahun kemudian. Yang lebih parah kalau kamu salah pilih LPK adalah kamu disalurin ke perusahaan zonk. Perusahan yang tidak jelas asal usulnya, banyak kasus kriminal di Jepang soalnya, korbannya yang orang Indonesia juga. Logikanya gini, mana ada client (disini Perusahaan Jepang) yang mau kerjasama sama LPK kecil yang baru berdiri. Mereka pasti lihat kredibilitas. Gak semua LPK kayak gitu. Kalau mau aman, lebih baik kamu pilih LPK yang namanya udah terkenal, dan ada orang Jepangnya as owner. Why? Karena orang Jepang itu netral. Bukan berarti semua orang Jepang baik dan orang Indonesia ga baik. Tapi lebih ke secara logika, orang Jepang ini lebih paham prosedur di negaranya. Intinya teman teman hati hati dalam memilih LPK. Jangan sampai terjebak. 

Sebenernya banyak kritikku soal LPK di Indonesia dari mulai sistem, tenaga kerjanya yang kadang tidak profesional.  jaman sudah berubah. Hari ini promosi LPK bisa dilakukan di Tiktok,Instagram, Tapi kepada teman teman yang budiman, lebih baik hati hati dalam memilih LPK atau risetnya harus jauuh dan panjang ya. Atau kalau mau jalur mandiri saja. Aku ga bilang semua LPK jelek. Tapi agak kesini, minimum sekali LPK yang betul betul amanah. 

ATAU begini. Sebetulnya lembaganya sudah banyak memberangkatkan orang, Tapi kondisi di dalamnya ga nyaman. Siswa dipaksa belajar dengan waktu yang singkat, maaf ya, sensei tidak profesional. Sekali lagi ya, sensei di lpk itu bukan sarjana pendidikan :) kebanyakan. Tapi hal semacam itu sebetulnya bukan alasan untuk menghindari LPK ya. Ini dari POV saya aja sebagai sensei. Sekali lagi hati2 pilih LPK 

3. MAU YANG INSTAN AJA

Hampir mirip dengan poin satu, kalau kebanyakan orang yang ga punya niat yang kuat biasanya karena mau cepat dan instan aja. Gak semua orang begini tapi pada faktanya banyak orang yang ga sabar. Bahkan per Maret 2026 ini aku denger beberapa pekerja visa Tokutei Gino dipulangkan karena SSW mereka palsu. Yup, kalau mau perpanjang visa (pekerja) SSW itu wajib, harus dibuktikan dengan akun prometik dan mereka ga bisa kasih karena SSW nya palsu. Aku ga abis pikir sama LPK yang menaungi mereka. Please ya kawan kawan, belajar bahasa ga ada yang instan. Benar bahasa Jepang mungkin buat beberapa orang susah, tapi bukan artinya ga bisa ditaklukan. Dengan disiplin dan konsisten semua itu bisa kok. Ingat, ilmu itu adalah investasi jangka panjang. Semakin berilmu, semakin banyak kesempatan yang bisa kamu ambil, trust me. 

Ga semuanya kudu instan ya, cukup mie instan aja yang instan,


4. Kurang Cari Tahu/ RESEARCH TENTANG JEPANG

Percaya atau gak ada orang yang ga betah di Jepang karena anggapan mereka lingkungan kerja mereka itu toxic. Aku ga mau menghakimi, karena gatau juga duduk perkaranya. Tapi makin kesini, scroll Tiktok, Instagram kok buanyak ya pekerja Indonesia yang curhat begitu. Sampe aku bertanya ke temanku yang bekerja di TSK di suatu perusahaan (TSK adalah divisi penerjemahan dan pengurusan dokumen semacam penyalur tenaga kerja ke Jepang) yang katanya pas mereka ditanya mereka ga betah karena selalu dimarahin. Malah ada yang karena ga cocok karena lingkungan dan kehidupan di Jepang ga cocok sama mereka. Aku kurang tahu akhirnya mereka dipulangin atau ga, tapi menurutku itu berlebihan aja sih.

Guys, orang traveling ke Jepang aja googling. Apalagi mau hidup disana. Apa ekspetasimu sebelum berangkat? Sebagai orang yang pernah belajar dan kerja di Jepang, aku pastiin kalau orang Jepang itu kebanyakan tegas tapi tegas itu bukan galak. Mereka harus make sure kamu bisa kerjain, mereka harus make sure semua berjalan dengan baik. Kalau kamu ga ngerti tanya. Emang ditegur itu ga enak tapi buang egomu dan perbaiki kesalahan aja. Selama bosmu ga sexual harrasement atau kriminal, please jangan meng- toxic toxican orang. Dimanapun kamu berada, kamu pasti nemu orang ga baik. Tergantung sikapmu gimana. Belajarlah adaptasi dan membawa diri. Sebaliknya, dimanapun kamu kalau karaktermu benar, mau belajar, aku jamin kamu akan survive dan bahkan menemukan pengalaman yang baik. Jepang itu tempat yang baik kok. 

Jangan lupa, sebelum ke Jepang research soal musim dan hal apa aja yang penting buat dicari tahu. Ini aku kasih listnya:

a. Musim di Jepang, kalender musim, dan kota kamu kerja berada di mana, dan keadaannya saat 4 musim. Apa dingin banget, atau biasa aja dll

b. Aturan Dasar Lalu Lintas Jepang, bagi yang kerjanya pakai motor atau kendaraan. Atau yang kerja bakal naik sepeda

c. Baju apa yang harus dipakai di berbagai musim, biar ga salah kostum. Disarankan cari juga cara Koromogoe (atur dan simpan baju di 4 musim)

d. Obat-obatan Jepang ga selamanya cocok buat orang Indonesia. Bawa obat dari Indonesia, atau cari tahu obat standar di Jepang, buat penyakit ringan kayak flu, batuk,demam. Cari tahu dosisnya dll. 

e. Cari tahu di gmaps, dimana tempat kerjamu, lihat lihat aja iseng. Simpan alamatnya buat keadaan darurat. Sering lihat, supaya kamu seenggaknya familiar sama nama2 supermarket, ada toko apa aja disana. Ini bantu banget buat first timer supaya ga terlalu lama kenalan sama lingkungan baru.

f. Buat yang suka belanja, coba kamu cari dan list nama2 toko baju, 100 en shop, dimana toko thrift, resto halal dll di notes kamu. Ini mempersingkat waktu. Sekarang banyak influencer yang tinggal di Jepang yang suka ngasih tahu infonya. Misalnya Dierra. Coba cek Tiktok dan Youtubenya deh. Misal, kamu butuh cari baju winter murah, atau peralatan dapur yang murce, kamu bisa cari tahu dulu, minimal namanya. Supaya pas dateng kamu hemat waktu

e. List apa yang halal dan haram di Jepang. Ada aplikasi Halal Japan di Play Store. Buat kamu yang muslim ya. Dia tinggal scan aja kok. Kalau kamu sangat concern akan halal/haram. Tapi buat yang ga punya banyak waktu, ga usah mempersulit. Cukup beli bahan makanan dengan base ikan,telur,sayur,ayam dan sapi. Bumbunya bisa dari Indonesia.

5. TIDAK PUNYA PENDIRIAN/TERBAWA ARUS

Just some advice. Kalau kamu orang yang mau ke Jepang karena teman, itu pilihanmu. Tapi kalau kamu tipe manusia yang lihat orang dulu baru maju/ baru berani mending kamu ga usah ke Jepang. Kamu harus jadi orang yang punya pendirian. Belajar ambil keputusan sendiri. Misal, kamu lihat di berita Jepang lagi batasi tenaga kerja,Jepang lagi begini begini. STOP! 

Itu kan keadaan disana. Masalahnya kamu mau apa enggak?! Jangan jadikan itu penghalang buat tujuanmu. Toh Jepang ga menutup total pintunya. Mereka cuma lebih menyaring pekerja asing disana. Atau kamu punya mimpi ke Jepang, mau menata hidup disana, tapi kamu denger sahabatmu ga betah disana. Itu kan dia, bukan kamu. Belajar jadi orang yang tegas sama diri sendiri ya. 

Semua tergantung attitude, karakter dan seberapa tangguh pendirianmu. Sebagai pribadi, aku nasihatin jangan terbawa arus orang2. Kamu yang jalani hidupmu, jangan jadikan pengalaman orang sebagai patokan hidupmu ke depan, tapi jadikan pembelajaran. Maksudnya kalau mereka gagal di Jepang ya kamu jangan mikir kalau kamu bakal gagal juga, kamu caritahu kenapa dia bisa gagal. Paham ya? 


NAH! itu dia kira2 yang bisa aku share guys. Semoga bermanfaat! Ingat Jepang itu tempat yang baik kok, tinggal gimana kamu membawa diri. Kalau ada pertanyaan, Doozo, komen, atau DM aku di Instagram aja


@inatheoo 


SEE YA! 







Komentar

Postingan Populer